Aplikasi UMKM Dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa

Pebisnis Online Harus Jaga Kualitas Produk – Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Posted on

Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sudah online harus mampu menjaga kualitas produk. Keterbatasan transaksi online seharusnya tidak menjadi peluang bagi pelaku bisnis online untuk bermain dengan kualitas produknya. Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa.

Demikian diungkapkan Gubernur Jabar (Jabar) Ahmad Heryawan di Pasar Sentral Ciroyom yang bermartabat di Bandung, akhir pekan lalu. Menurutnya, konsistensi pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk akan menjadi salah satu kunci sukses.

“Kunci keberhasilan bisnis adalah tiga, satu, jangkauan pasar yang luas yang bisa dicapai melalui online, setelah itu, konsistensi dalam menjaga kualitas, dan ketiga, kemampuan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan,” katanya.

Seperti diketahui, kemampuan pelaku bisnis online dalam menjaga kualitas produk merupakan salah satu masalah yang sering dikeluhkan konsumen. Tak sedikit konsumen mengeluhkan perbedaan antara foto dan produk.

Nuraindah (35) salah satunya. Ia mengaku terlebih dahulu mendapatkan referensi orang tepercaya sebelum memutuskan untuk berbelanja di toko online atau merchant online baru.

“Untuk produk fashion, misalnya foto terlihat spektakuler, tapi kalau sampai kualitasnya tidak terbayangkan, ternyata bahannya tipis, jahitannya tidak rapi, mengecewakan,” katanya.

Tapi tidak semua pelaku bisnis online melakukan praktik tidak jujur ​​tersebut. Masih banyak pelaku bisnis online yang jujur ​​dan dapat dipercaya dalam menjalankan usahanya.

“Banyak orang menggambarkan produk mereka secara jujur ​​dengan foto produk asli, namun bila memang datang, kualitasnya di luar dugaan karena lebih baik, jadi saya puas dan pasti melakukan pembelian berulang, bahkan tanpa ragu merekomendasikan teman,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUK) Jawa Barat (Jabar), Dudi Sudradjat Abdurachim, mengatakan, UKM Jabar harus memaksimalkan pemasaran media digital. Pasalnya, ke depan kita akan menyambut seluruh era digital.

“Jika Anda tidak segera beralih menggunakan alat pemasaran digital, pelaku UKM Jabar akan merindukan pasar digital tanpa batas dan sangat luas. Ini bisa menjadi sarana untuk menjangkau pasar regional, bahkan global,” kata Dudi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Deloitte dua tahun lalu, lebih dari sepertiga UKM Indonesia (36 persen) masih menjalankan bisnisnya secara offline dan 37 persen memiliki kemampuan online dalam bisnis mereka, namun kehadiran online mereka bersifat statis.

Hanya sekitar 18 persen UKM dari Indonesia yang telah memiliki kemampuan online menengah, yang telah melibatkan media sosial dan live chat yang terintegrasi di situs jejaring sosial dalam bisnis mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *