Gandeng Garuda Indonesia, BNI Menawarkan Paket Wisata untuk Nasabah

Posted on

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama juga dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIIA) buat program paket perjalanan wisata di lima tujuan.

Direktur Usaha Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo menjelaskan paket wisata ini diperuntukkan untuk nasabah yang memakai kartu credit BNI Model Titanium. Mengenai tujuan yang di tawarkan yaitu Belitung, Padang, Malang, Banyuwangi serta Labuan Bajo.

” Program ini untuk anak-anak muda yang menyukai traveling. Ini kartu credit BNI Model Titanium. Ada harga spesial serta dapat dicicil 6 bln., kita memfasilitasi anak muda untuk mencapai mimpi, ” tutur Anggoro waktu peluncuran di Hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF), Tangerang, Minggu (23/7/2017).

Diluar itu, perseroan juga memberi potongan harga sebesar Rp 500. 000 per orang bila lakukan pembayaran dengan Kartu Credit BNI Model.

” Paket itu juga berikan potongan harga sejumlah Rp 250. 000 per orang bila bertransaksi memakai Kartu Credit BNI Mastercard, ” lebih dia.

Disamping itu, Direktur Paling utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala N Mansury menyebutkan, paket wisata itu telah termasuk juga cost penerbangan pulang-pergi, penginapan, serta cost transportasi.

” Kita juga akan mempermudah beberapa wisatawan dengan paket ini. Jadi telah termasuk juga penginapan, penerbangan, serta experience. Dalam hal semacam ini, Garuda Indonesia telah tawarkan dengan menyuluruh penawaran yang menarik, ” terang dia.

Diluar itu, bekas Direktur Keuangan Bank Mandiri ini mengatakan dalam paket itu ada seri yang di tawarkan pada wisatawan.

Seri pertama, yaitu culinary series, yang diperuntukkan untuk wisatawan yang suka dengan wisata makanan.

” Seperti kuliner Padang, Belitung, Banyuwangi. Jadi nanti dalam satu paket ini tidak mencarinya sekali lagi, telah kita bantu untuk create event. Kelak ada juga adventure series, ” pungkas dia.

Berhasil Turunkan Credit Macet, Ini Kiat BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan laporan penyaluran credit sebesar Rp 412, 18 triliun pada semester I 2017.

Realisasi ini tumbuh 15, 4 % dengan tahunan (yoy) dibanding Rp 357, 22 triliun pada periode yang sama th. kemarin.

Penambahan penyaluran credit itu disertai dengan penurunan rasio credit punya masalah atau non-performing loan (NPL).

Rasio NPL BNI turun dari 3 % gross pada semester I 2016 jadi 2, 8 % gross pada semester I 2017.

Disamping itu, rasio NPL net BNI terdaftar sebesar 0, 7 % pada semester I 2017. Angka ini sama juga dengan periode yang sama th. terlebih dulu.

Untuk mencegah resiko atas credit yang punya masalah, BNI juga sudah mengganggarkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 147 %.

” Dengan lihat bebrapa tanda baik rasio NPL, keuntunganabilitas, serta CKPN 147 (%) disertai penurunan NPL jadi 2, 8 % itu tunjukkan tanda-tanda perbaikan kwalitas utang BNI yang makin baik, ” kata Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Rico mengatakan, terdapat banyak usaha yang dikerjakan BNI manfaat menghimpit rasio NPL. Sebagian credit, kata dia, ada yang masuk ke step penyehatan.

Diluar itu, BNI juga lakukan write off dengan kata lain penghapusbukuan untuk debitur-debitur yang dilihat tidak punya potensi mengakibatkan NPL.

Juga BNI juga melakukan perbaikan sebagian credit punya masalah dengan memberi beberapa jalan keluar usaha untuk debitur.

Dalam peluang yang sama, Direktur Usaha Menengah BNI Putrama Wahju Setyawan menyebutkan, BNI membidik rasio NPL sampai akhir th. tidak lebih dari tempat sekarang ini, yaitu 2, 8 %. Bahkan juga, BNI membidik untuk menghimpit NPL sampai ada dibawah angka itu.

” Kiat kami pertama, ekspansi pada beberapa bidang ekonomi yang dipercaya serta dapat dibuktikan mempunyai resiko cukup rendah dengan angka NPL yang cukup baik. Di situ kami juga akan ekspansi, ” terang Putrama.

Kiat yang lain yaitu dengan perlakuan sebagian credit punya masalah dengan bermacam usaha. Satu diantara upayanya yaitu dengan menunjuk executive vice president (EVP) baru untuk mengatasi sebagian credit punya masalah.