Fakta Seputar Krisis Kelaparan di Nigeria

Fakta Seputar Krisis Kelaparan di Nigeria

Krisis kemanusiaan yang terjadi di beberapa wilayah Nigeria adalah imbas dari terorisme Boko Haram serta bencana kekeringan. Krisis kelaparan di Nigeria ini sendiri terpusat di bagian timur serta utara Nigeria.

Namun, ternyata pemerintah Nigeria sendiri membantah adanya bencana kelaparan di negaranya.

 

Menteri Pertanian Nigeria bahkan menekankan bahwa beberapa wilayah Nigeria menjadi eksportir makanan terbesar ke Libya dan Aljazair.

Fakta Seputar Krisis Kelaparan di Nigeria

Disebutkan pula bahwa berita kelaparan ini telah menimbulkan pemahaman yang rancu karena umumnya melakukan generalisasi pada seluruh Nigeria. Padahal, krisis yang terjadi hanya mencakup di bagian utara serta timur saja.

Selain itu, krisis juga meluas hingga Kamerun dan Chad sehingga bukan hanya Nigeria yang terkena dampaknya.

Wilayah sekitar Lake Chad Basin khususnya menjadi rentan kelaparan karena mendapat dampak langsung dari kelompok militan Boko Haram. Namun kondisi ini tidak berimbas langsung pada seluruh wilayah negara Nigeria. Hanya wilayah utara serta timur yang kering dan kondisinya kian memburuk akibat konflik serta gangguan terorisme.

 

Kelompok Boko Haram sendiri diketahui telah mulai melakukan serangan selama lima tahun belakangan, di mana salah satu dampaknya adalah menyebabkan krisis kelaparan di Nigeria.

Masyarakat di wilayah utara serta timur Nigeria tidak dapat memproduksi bahan makanan sendiri.

 

Dari sinilah akhirnya muncul bencana kelaparan.

Berdasarkan catatan yang ada, sebanyak 26 juta penduduk Nigeria menempati wilayah utara dan selatan ini telah terkena dampak dari kekerasan kelompok Boko Haram.

 

Jumlah ini belum termasuk negara-negara lain seperti Chad dan Kamerun. Sekitar sepuluh juta orang di antaranya dalam keadaan yang memerlukan bantuan kemanusiaan untuk menanggulangi krisis kelaparan di Nigeria.

Dari sepuluh juta orang ini, 8.5 juta di antaranya ada di wilayah utara serta timur Nigeria. Dari angka tersebut, sebanyak 2.4 juta orang adalah orang dewasa dan 1.5 juta sisanya adalah anak-anak.

 

Hingga kini semua orang tersebut telah kehilangan tempat tinggal dan 450 ribu anak-anak memerlukan perhatian segera, mulai dari makanan hingga air dan sanitasi.

Apabila tidak segera ditangani, maka potensi paling buruk yang dapat terjadi adalah kematian pada sepuluh hingga dua puluh persen di antaranya.

 

Bantuan untuk wabah kelaparan ini terutama telah diungkapkan pada Konferensi Kemanusiaan khusus wilayah Lake Chad Basin yang diadakan di Oslo pada Februari 2017 silam.

Pada konferensi tersebut, sebanyak 14 negara donor telah berjanji akan memberi bantuan kemanusiaan sebesar 670 juta dollar Amerika.

 

Bantuan kemanusiaan ini akan digunakan untuk memberi makanan, akses air bersih hingga sanitasi bagi para pengungsi krisis kelaparan di Nigeria. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan korban kelaparan di Nigeria dan negara-negara sekitarnya dapat diminimalisir serta angka kematian juga bisa diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *